Jakarta (ANTARA) – Kota Palembang yang terletak di provinsi Sumatera Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang khas di Indonesia. Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang, Palembang dihuni oleh masyarakat yang mewarisi tradisi turun-temurun dari leluhur mereka.
Keunikan budaya ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari bahasa, adat istiadat, hingga kuliner khas yang telah dikenal luas. Keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Palembang tidak terlepas dari pengaruh sejarahnya sebagai pusat perdagangan dan peradaban sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.
Interaksi dengan berbagai suku dan bangsa sejak dahulu kala menjadikan kebudayaan Palembang memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari daerah lain. Hingga kini, nilai-nilai tradisi yang diwariskan tetap dijaga oleh masyarakat sebagai identitas yang melekat kuat.
Mengenal keunikan suku Palembang tentu menjadi hal menarik bagi siapa saja yang ingin memahami budaya mereka lebih dalam. Mulai dari cara berkomunikasi hingga tradisi dalam kehidupan sehari-hari, setiap aspek budaya memiliki nilai dan makna tersendiri. Lalu, apa saja yang menjadi ciri khas suku Palembang? Berikut beberapa di antaranya.
Baca juga: Sejarah Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang
Pakaian adat
Pakaian adat suku Palembang dikenal dengan baju kurung yang dipadukan dengan kain songket. Baju kurung memiliki potongan longgar yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pemakainya, sekaligus tetap mencerminkan kesan anggun dan berwibawa.
Sebagai pelengkap, kain songket menjadi elemen khas dalam busana adat Palembang. Kain tenun yang dihiasi benang emas atau perak ini tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga melambangkan kemewahan serta kehalusan budaya masyarakat Palembang.
Masakan khas
Pempek merupakan salah satu kuliner khas Palembang yang terkenal di berbagai daerah. Makanan ini dibuat dari campuran ikan dan tepung sagu, menghasilkan tekstur kenyal yang khas.
Keistimewaan pempek semakin terasa dengan tambahan kuah cuka yang memiliki cita rasa asam, manis, dan pedas. Perpaduan ini menjadikan pempek sebagai ikon kuliner Palembang yang digemari oleh banyak orang.
Bahasa melayu Palembang
Bahasa Melayu Palembang digunakan oleh masyarakat setempat dalam komunikasi sehari-hari. Sebagai bagian dari ragam bahasa Melayu, bahasa ini telah berkembang seiring waktu dan menjadi ciri khas yang membedakan Palembang dari daerah lain.
Salah satu keunikan Bahasa Melayu Palembang terletak pada kosakatanya. Misalnya, penggunaan kata “nang” yang berarti “di” dan “kito” yang berarti “kita” mencerminkan identitas linguistik suku Palembang yang khas dan berbeda dari dialek Melayu lainnya.
Tari tradisional
Tari Tanggai merupakan salah satu tarian tradisional Palembang yang biasanya ditampilkan sebagai bentuk penyambutan bagi tamu kehormatan. Tarian ini memiliki makna mendalam sebagai simbol keramahan dan penghormatan dari masyarakat Palembang kepada para tamu yang datang.
Tarian ini dibawakan oleh penari wanita yang mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesoris khas. Dalam pertunjukannya, para penari menampilkan gerakan anggun dan lemah gemulai, mencerminkan kehalusan budaya serta nilai-nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Palembang.
Baca juga: Pemkot produksi kembali perhiasan khas Palembang
Rumah tradisional
Rumah Limas merupakan rumah adat Palembang yang memiliki ciri khas atap bertingkat dan jendela-jendela besar. Atap bertingkat ini dikenal dengan sebutan “limas” dan umumnya dibuat dari daun nipah, memberikan tampilan unik sekaligus mempertahankan nilai tradisional dalam arsitektur Palembang.
Selain itu, jendela besar pada Rumah Limas berfungsi untuk memaksimalkan sirkulasi udara, menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman di dalam rumah. Desain ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Palembang dalam menyesuaikan hunian mereka dengan kondisi lingkungan sekitar.
Tradisi makan bersama
Tradisi “Ngobeng” adalah cara makan bersama yang dilakukan secara lesehan dengan menggunakan tangan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Palembang.
Ngobeng merupakan hasil pembauran budaya Islam dengan kebudayaan lokal, mencerminkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat. Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga mempererat hubungan antaranggota keluarga dan komunitas.
Kekayaan budaya suku Palembang bukan hanya sekadar identitas lokal, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Beragam tradisi, kesenian, serta adat istiadat yang dimiliki mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Lebih dari itu, budaya suku Palembang turut memberikan kontribusi besar terhadap keragaman budaya Indonesia secara keseluruhan. Keunikan yang dimilikinya memperkaya mozaik budaya Nusantara, menjadikannya salah satu elemen penting dalam keberagaman yang ada di Indonesia.
Baca juga: Ribuan warga Palembang antusias ikuti tradisi pembagian bubur suro
Baca juga: Agar tetap lestari, Festival Budaya Melayu digelar lagi di Palembang
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025